MAJALENGKA — Pemerintah Kabupaten Majalengka terus mematangkan rencana pembangunan Sekolah Rakyat (SR) sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Untuk mendukung program tersebut, Pemkab Majalengka telah menetapkan lahan seluas 7 hektare yang berlokasi di Blok Nanggerang, Kelurahan Simpeureum, Kecamatan Cigasong.
Penetapan lahan ini menandai keseriusan pemerintah daerah dalam menyukseskan program pendidikan nasional yang menyasar peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi.
Bupati Majalengka Eman Suherman menyampaikan bahwa Kabupaten Majalengka menjadi salah satu daerah yang dipercaya pemerintah pusat untuk melaksanakan pembangunan Sekolah Rakyat.
“Program Sekolah Rakyat menjadi bagian penting dari komitmen kami dalam mewujudkan pemerataan pendidikan di Majalengka,” kata Eman.
Lokasi Strategis dan Sesuai Tata Ruang
Pemkab Majalengka memastikan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat berada di kawasan yang sesuai dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Selain itu, lahan yang disiapkan juga bebas dari kendala perizinan sehingga mempercepat tahapan persiapan.
Pembangunan fisik Sekolah Rakyat direncanakan mulai tahun 2026 dan akan dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum, sementara pemerintah daerah berperan dalam penyediaan lahan serta dukungan infrastruktur pendukung.
Persiapan Infrastruktur Penunjang
Salah satu fokus yang saat ini menjadi perhatian Pemkab Majalengka ialah ketersediaan akses jalan menuju lokasi sekolah. Jalan yang ada belum sepenuhnya mendukung aktivitas kendaraan proyek berkapasitas besar.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah daerah merencanakan pembangunan jalur akses alternatif sepanjang sekitar 170 meter dari arah SPBU terdekat. Skema penyewaan lahan milik warga akan ditempuh agar proses pembangunan dapat berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.
Kapasitas Awal dan Peluang Pengembangan
Pada tahap awal, Sekolah Rakyat Majalengka ditargetkan dapat menampung sekitar 100 peserta didik. Ke depan, Pemkab Majalengka membuka peluang pengembangan kawasan pendidikan terpadu dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
Jika rencana pengembangan terpadu direalisasikan, kebutuhan lahan dapat meningkat hingga sekitar 30 hektare untuk menampung kurang lebih 1.000 siswa dalam satu kawasan pendidikan yang terintegrasi.
Investasi Jangka Panjang Sektor Pendidikan
Keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan menjadi investasi jangka panjang di sektor pendidikan sekaligus solusi nyata dalam menjawab kesenjangan akses belajar di masyarakat.
Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, Pemkab Majalengka optimistis pembangunan Sekolah Rakyat akan membawa dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Comment