MAJALENGKA — Kabupaten Majalengka mencatat perkembangan signifikan dalam kondisi ketenagakerjaan pada Agustus 2025. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) meningkat menjadi 72,55 persen, mengalami kenaikan dari 69,64 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan TPAK ini juga dibarengi dengan penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Pada Agustus 2025, TPT turun menjadi 3,62 persen, lebih rendah dibandingkan 4,01 persen pada Agustus 2024. Data ini menunjukkan adanya peningkatan daya serap tenaga kerja di Majalengka.
Pertumbuhan Angkatan Kerja dan Jumlah Penduduk Bekerja
BPS Majalengka melaporkan jumlah angkatan kerja tahun ini mencapai 777.708 orang, bertambah 38.564 orang dibanding tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, 749.551 orang telah bekerja, meningkat 40.051 orang dibanding periode Agustus 2024.
Kenaikan jumlah penduduk bekerja ini menjadi indikator kuat bahwa peluang kerja di Majalengka semakin terbuka, seiring membaiknya aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
Sektor Unggulan yang Menopang Penyerapan Tenaga Kerja
Tiga sektor utama masih menjadi pilar dalam menyerap tenaga kerja di Majalengka, yaitu:
- Industri pengolahan, yang terus berkembang dan membutuhkan banyak tenaga kerja.
- Bidang jasa, yang menguat sejalan dengan meningkatnya mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
- Pertanian, yang tetap menjadi sektor penyerap tenaga kerja terbesar di wilayah pedesaan.
Kombinasi pertumbuhan di ketiga sektor ini menjadi faktor penting dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan TPAK.
Indikator Ekonomi yang Menunjukkan Perbaikan
Data ketenagakerjaan tersebut menunjukkan bahwa Majalengka sedang berada dalam fase pemulihan ekonomi yang kuat. Partisipasi angkatan kerja yang meningkat menggambarkan semakin banyaknya warga usia produktif yang masuk pasar kerja, sementara penurunan TPT mencerminkan keberhasilan pemerintah daerah dalam mendorong terciptanya lapangan kerja baru.
Arah Kebijakan dan Tantangan Selanjutnya
Meski tren perbaikan sangat positif, upaya peningkatan kualitas tenaga kerja tetap diperlukan. Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat program pelatihan, vokasi, dan pemberdayaan sektor produktif agar penurunan pengangguran dapat berlanjut secara konsisten.
Dengan perkembangan terbaru ini, Majalengka menunjukkan optimisme dalam memperkuat struktur ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.
Comment