Majalengka — DPD Partai Golkar Kabupaten Majalengka menyampaikan apresiasi mendalam atas keputusan pemerintah menetapkan Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, sebagai pahlawan nasional. Penetapan tersebut dianggap sebagai langkah pelurusan sejarah dan pengakuan negara terhadap peran strategis Soeharto dalam pembangunan nasional.
Ketua DPD Golkar Majalengka, Asep Eka Mulyana, menyampaikan bahwa keputusan pemerintah membawa kebanggaan tersendiri bagi kader Golkar dan masyarakat yang merasakan dampak pembangunan pada masa kepemimpinan Soeharto.
“Kami menyambut keputusan ini dengan penuh rasa syukur. Gelar pahlawan nasional bagi Pak Harto adalah bentuk penghormatan atas dedikasi dan kerja besarnya dalam membangun Indonesia,” ujar Asep, Kamis (13/11/2025).
Soeharto dan Perubahan Besar dalam Pembangunan Indonesia
Menurut Asep, rekam jejak Soeharto sebagai pemimpin yang berhasil menstabilkan ekonomi, memperluas pembangunan infrastruktur, dan mewujudkan swasembada pangan menjadi alasan kuat bagi negara untuk memberi penghormatan tertinggi tersebut.
“Tak bisa dipungkiri, masa kepemimpinan Pak Harto melahirkan fondasi kemajuan di berbagai sektor. Jasa inilah yang kini kembali diakui negara,” ucapnya.
Ikatan Historis antara Golkar dan Soeharto
Golkar memiliki kedekatan sejarah dengan Soeharto sejak pemilu awal Orde Baru. Sosok Soeharto menjadi pembina politik partai dan berperan dalam membentuk karakter serta arah kebijakan Golkar hingga menjadi partai besar di Indonesia.
Oleh karena itu, keputusan pemerintah memberikan gelar pahlawan nasional kepada Soeharto dianggap sebagai momen penting bagi Golkar untuk kembali mengenang perjalanan panjang hubungan tersebut.
Proses Penetapan yang Melalui Tahapan Ketat
Gelar pahlawan nasional diberikan setelah melalui proses seleksi yang ketat. Menteri Sosial Saifullah Yusuf sebelumnya menyodorkan 40 nama calon kepada Dewan Gelar Tanda Jasa dan Kehormatan (GTK). Dari daftar tersebut, Soeharto lolos verifikasi dan direkomendasikan untuk ditetapkan secara resmi oleh Presiden.
Golkar Majalengka menilai proses tersebut menunjukkan bahwa penetapan gelar dilakukan secara objektif dan berdasarkan kontribusi nyata.
Momentum Evaluasi Sejarah Bangsa
DPD Golkar Majalengka memandang keputusan ini sebagai kesempatan bagi bangsa Indonesia untuk kembali melihat perjalanan sejarah dengan perspektif yang lebih utuh. Penetapan tersebut tidak hanya menjadi kehormatan bagi keluarga Soeharto dan Golkar, tetapi juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk memahami kembali kontribusi pembangunan yang pernah dicapai.
“Ini bukan sekadar pemberian gelar, tetapi juga ajakan untuk mengingat kembali peran tokoh yang memberi warna besar bagi perjalanan bangsa,” tutup Asep.
Comment