Majalengka – Pemerintah Kabupaten Majalengka kembali menyoroti persoalan pendidikan yang masih menjadi pekerjaan rumah besar. Bupati Majalengka, Drs H Eman Suherman MM, mengungkapkan bahwa rata-rata lama sekolah masyarakat Majalengka saat ini masih berada di angka 7,53 tahun. Angka ini masih di bawah rata-rata Provinsi Jawa Barat maupun rata-rata nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Eman saat menghadiri wisuda ke-26 Universitas Majalengka (UNMA) pada Sabtu 1 November 2025. Ia menegaskan, angka 7,53 tahun artinya secara umum masyarakat Majalengka baru setara dengan kelas satu SMP selama lima bulan. Kondisi ini menjadi peringatan penting bahwa peningkatan kualitas SDM harus terus dipercepat.
Menurut Bupati Eman, perguruan tinggi memiliki peran besar dalam mendorong perubahan ini. Para lulusan universitas, terutama dari bidang keguruan dan kejuruan, diharapkan dapat ikut turun tangan dalam program peningkatan kualitas pendidikan melalui jalur formal maupun nonformal. Salah satunya adalah program paket kesetaraan yang dapat membantu masyarakat yang sempat putus sekolah untuk melanjutkan pendidikannya.
Rendahnya rata-rata lama sekolah berimbas langsung pada kualitas Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Semakin rendah lama sekolah, maka semakin sulit masyarakat untuk bersaing dalam dunia kerja. Hal ini juga berpengaruh pada daya saing daerah dan kemampuan masyarakat dalam meningkatkan taraf ekonomi.
Pemkab Majalengka merencanakan langkah konkrit untuk memperbaiki kondisi ini. Mulai dari peningkatan akses pendidikan, perbaikan fasilitas sekolah, pemerataan distribusi tenaga pendidik, hingga mendorong program nonformal sebagai solusi bagi warga yang tidak melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi.
Bupati Eman menegaskan bahwa peningkatan lama sekolah bukan hanya tugas pemerintah saja. Seluruh elemen harus terlibat, termasuk akademisi, dunia pendidikan, orang tua, dan komunitas masyarakat. Sinergi semua pihak diperlukan untuk mempercepat peningkatan kualitas pendidikan menuju Majalengka yang lebih baik.
Comment